Postingan

Not that reliable

Pertama-tama, mari kembali ke masa ketika dunia yang tak bisa kau genggam itu alam metafisik, bukan internet. Kita punya sekotak barang berharga. Bukan perhiasan, tapi lebih ke setiap cuilan dari memori-memori yang ingin kita kenang. Atau boleh juga sebenarnya perhiasan karena deifinisi tiap orang atas keberhargaan kan beda-beda. Pokoknya benda berharga itu kita letakkan di dalam kotak. Kotak itu selalu berada di dekat kita dan kita buka setiap hari. Berapa besar kemungkinannya untuk hilang? Pada era berikutnya, ketika kita mulai berpijak pada dunia fisik dan digital, kita mengenal digitalisasi. Menjaga agar sesuatu tidak hilang bukan berarti hanya merawat fisiknya, tetapi membuat salinannya dan menyimpannya dalam relung-relung maya yang ukurannya belum seberapa. Perasaan kita jadi agak lega. Akhirnya lebih mudah untuk menjaga sesuatu agar tidak hilang. Pada era berikutnya, sekarang ini, ketika mungkin 70% hidup kita berlangsung di internet, terjadi semacam keserakahan memori. Aku pern...

Unsettling News

Today, I received unsettling news: my instagram is disabled. That account was created in 2016, and has massively recorded my moments, thoughts, and relationships ever since. Within a split second, everything is gone. When erasing our account, they don't even give back our data. They accused me as a violator of their community guidelines without bothering to give some explanation. And that's it, they swat my genuine and very personal account like a bug.  When I delved into the internet for solutions, I found an interesting remark on someone's blog.  "You can file this, but it is not likely that you will be answered by a real person. Instagram community encompasses millions of people worldwide with averagely a few hundred thousands of complains filed everyday. To answer them, it really requires a nation's army force."  Even after being a loyal user for 8 years, when there is one mistake, from their side, I don't even get to appeal. The fate of my account is ...

Jiwa Dunia

Sejak membaca The Alchemist, juga sejak beberapa penggal percakapan dengan seseorang yang menyenangkan, saya jatuh cinta pada konsep Jiwa Dunia ini. Sebetulnya kisah hidupnya Santiago si penggembala tidak terlalu membekas pada saya. Alur jenakanya Andrea Hirata dan alur super detilnya Ken Follet jauh lebih nyangkut. Bahkan, cerita suramnya Haruki Murakami lebih bisa saya ingat. Barangkali karena ceritanya Coelho dipenuhi dialog dengan diri sendiri. Tidak ada tokoh yang didandani dengan detil kuat dan tidak banyak interaksi antartokoh yang bisa meninggalkan banyak pemancang-pemancang memori ketika diingat kembali. Meskipun detilnya hilang, ada beberapa yang tinggal setelah membaca cerita-cerita Coelho, yakni perasaannya, aftertastenya, dan filsafatnya. Meski saya tak ingat persis ke mana saja Santiago pergi setelah berhenti bekerja pada tukang kristal atau kapan ia berpisah dengan si orang Inggris, spiritualitas Coelho menular. Sejak The Alchemist, saya tidak bisa berhenti memikirkan hi...

Kerah Biru

Beberapa hari lalu aku bertemu teman lama yang jauh lebih muda dariku. Dia mampir setelah wawancara kerja. Perjalanan yang ia tempuh untuk ke kota ini tidak dekat. Selepas ini, ia masih harus mengejar kereta terakhir hari itu untuk pulang. Sebagaimana seseorang yang pulang dari wawancara kerja, dandanannya rapi. Bahkan riasannya bagus sekali. Ia lulusan sekolah kecantikan dan posisi yang ia lamar adalah karyawan klinik kecantikan. Melihatnya waktu itu, perasaanku campur aduk. Di satu sisi, aku tidak percaya anak yang lahir waktu aku sudah di pertengahan SD sudah sebesar ini. Dia sudah memiliki beberapa pengalaman kerja di beberapa kota berbekal keahlian yang dia dapat dari sekolahnya. Kali ini ia mencoba peruntungan di sebuah kota yang asing dengan penuh keberanian. Aku juga tahu betul dia anak yang begitu disayangi di keluarganya dan tumbuh dengan baik. Keluarga kami dekat, jadi aku juga bisa merasakan kebanggan yang sama soal anak ini. Di sisi yang lain, aku khawatir karena ia ak...

Salted Life

Gambar
Most of the time, I write for work  On such occasions, I stayed in a quiet nook When they were finished, I got paid Then I treat myself to write Somewhere pleasant and bright So that flowers are blooming my hearts racing and once again the borderline between reality and dream  could hardly be seen  

Periodisasi hidup beberapa tahun belakangan

Bagaimana bisa rumus-rumus hidup klise yang kudengar sepanjang hidupku mulai masuk akal. Aku mulai melihat hidup ini sebagai sebuah perjalanan. Aku mulai membaca diriku seperti sebuah buku. Buku sulit yang ternyata meski kumiliki sejak lahir, belum pernah benar-benar aku mengerti. Ia rumit dan butuh berlapis-lapis tafsir. Alat tafsir itu, segala persenjataan metodologis untuk membaca diriku sendiri belum pernah kumiliki. Sehingga apa yang terlihat selama ini dan saat ini begitu berbeda. Sekian banyak amunisi metodologis yang telah mengekspos bentuk-bentuk asing diriku kepadaku, kutebak baru sedikit dari yang sebetulnya ada. Alat-alat itu tidak kudapatkan di toko, pun melalui pemberian orang, terlebih lagi lewat tips dan trik. Ia muncul seperti letupan gelembung hadiah hiburan dalam game ketika satu level telah aku selesaikan. Aku tidak pernah mengira hal selain koin-koin hadiah yang sengaja kukumpulkan, yang jumlah spesifiknya sudah disebut di kontrak awal sejak misi ditawarkan, bergun...

To ask about how I’ve been doing to me from the past

Gambar
 As I have previously unashamedly written, I was devastated by a lot of things that doesn’t work last year. A friend said, everyone, has their own year. Maybe 2022 was not mine. After a while, however, I started to feel shame. Perhaps because my ratio has taken back over the control room from my feelings. Another exact reason was how I have been exposed to the stories of people’s unbelievable struggles. I am ashamed of thinking of quitting and giving up so easily. In this short mind-cleansing writing session, I would also like to revisit the powerful question from last year. About who I am, which is like a lifetime question. In one conversation, I remember a friend cited a very beautiful Arabic quote about finding oneself and own life purpose. Something that sounds like the sky would never be clearer once you reach it. My bad for forgetting what it was exactly. The point is that I totally agree. Luckily, I have a little development to my last answer to this sacred question. Las...