Postingan

Kerah Biru

Beberapa hari lalu aku bertemu teman lama yang jauh lebih muda dariku. Dia mampir setelah wawancara kerja. Perjalanan yang ia tempuh untuk ke kota ini tidak dekat. Selepas ini, ia masih harus mengejar kereta terakhir hari itu untuk pulang. Sebagaimana seseorang yang pulang dari wawancara kerja, dandanannya rapi. Bahkan riasannya bagus sekali. Ia lulusan sekolah kecantikan dan posisi yang ia lamar adalah karyawan klinik kecantikan. Melihatnya waktu itu, perasaanku campur aduk. Di satu sisi, aku tidak percaya anak yang lahir waktu aku sudah di pertengahan SD sudah sebesar ini. Dia sudah memiliki beberapa pengalaman kerja di beberapa kota berbekal keahlian yang dia dapat dari sekolahnya. Kali ini ia mencoba peruntungan di sebuah kota yang asing dengan penuh keberanian. Aku juga tahu betul dia anak yang begitu disayangi di keluarganya dan tumbuh dengan baik. Keluarga kami dekat, jadi aku juga bisa merasakan kebanggan yang sama soal anak ini. Di sisi yang lain, aku khawatir karena ia ak...

Salted Life

Gambar
Most of the time, I write for work  On such occasions, I stayed in a quiet nook When they were finished, I got paid Then I treat myself to write Somewhere pleasant and bright So that flowers are blooming my hearts racing and once again the borderline between reality and dream  could hardly be seen  

Periodisasi hidup beberapa tahun belakangan

Bagaimana bisa rumus-rumus hidup klise yang kudengar sepanjang hidupku mulai masuk akal. Aku mulai melihat hidup ini sebagai sebuah perjalanan. Aku mulai membaca diriku seperti sebuah buku. Buku sulit yang ternyata meski kumiliki sejak lahir, belum pernah benar-benar aku mengerti. Ia rumit dan butuh berlapis-lapis tafsir. Alat tafsir itu, segala persenjataan metodologis untuk membaca diriku sendiri belum pernah kumiliki. Sehingga apa yang terlihat selama ini dan saat ini begitu berbeda. Sekian banyak amunisi metodologis yang telah mengekspos bentuk-bentuk asing diriku kepadaku, kutebak baru sedikit dari yang sebetulnya ada. Alat-alat itu tidak kudapatkan di toko, pun melalui pemberian orang, terlebih lagi lewat tips dan trik. Ia muncul seperti letupan gelembung hadiah hiburan dalam game ketika satu level telah aku selesaikan. Aku tidak pernah mengira hal selain koin-koin hadiah yang sengaja kukumpulkan, yang jumlah spesifiknya sudah disebut di kontrak awal sejak misi ditawarkan, bergun...

To ask about how I’ve been doing to me from the past

Gambar
 As I have previously unashamedly written, I was devastated by a lot of things that doesn’t work last year. A friend said, everyone, has their own year. Maybe 2022 was not mine. After a while, however, I started to feel shame. Perhaps because my ratio has taken back over the control room from my feelings. Another exact reason was how I have been exposed to the stories of people’s unbelievable struggles. I am ashamed of thinking of quitting and giving up so easily. In this short mind-cleansing writing session, I would also like to revisit the powerful question from last year. About who I am, which is like a lifetime question. In one conversation, I remember a friend cited a very beautiful Arabic quote about finding oneself and own life purpose. Something that sounds like the sky would never be clearer once you reach it. My bad for forgetting what it was exactly. The point is that I totally agree. Luckily, I have a little development to my last answer to this sacred question. Las...

2022

Gambar
Kita sampai di penghujung tahun! Selamat untuk yang sudah melalui tahun ini dengan menyenangkan! Tapi selamat yang lebih meriah lagi untuk yang tidak kehilangan harapan untuk besok hari meskipun melalui segalanya sampai detik ini dengan penuh luka. Selamat yang sangat meriah untuk saya! Karena luka saya memang cukup banyak tahun ini. Biru-biru! Untuk pertama kalinya saya merasakan kalau sakit psikis bisa terbawa jadi sakit fisik. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama saya menangis tanpa malu-malu di depan orang dan saya ingin berteriak yang sangat kencang lebih dari apapun di dunia ini. Sejak awal tahun, di setiap doa saya saya selalu bilang: Ya Allah, mudah-mudahan saya bisa berangkat s3 tahun ini. Tahun lalu saya sudah sekali gagal mendaftar beasiswa s3, dan sekali membuang kesempatan berharga lainnya. Saya belum tertaut pada pekerjaan tetap apa-apa karena saya ingin konsentrasi menemukan sekolah lagi. Sampai beberapa hari menjelang berakhirnya tahun ini, saya belum jadi ...

Semuanya Sejak 2009

Sebelum tahun 2010, dunia yang serba customizable seperti sekarang hanya surga. Waktu itu kiblat tren kurang lebih masih tunggal, kiblat peradaban masih hanya negara maju, wabil khusus Amerika Serikat. Dunia ini berpusat pada segolongan superior semacam geng Mean Girls dan yang lain hanya figuran, periphery kalau kata Karl Polanyi. Kita mengenal Barbie, Ken, dan teman-teman Barbie. Segelintir orang adalah Barbie, mayoritas hanya teman-teman Barbie. Berbagai 'aesthetic' punya komunitasnya sendiri dalam waktu bersamaan, dalam artian selera dan aspirasimu diakomodasi tanpa judgement? Oh betul-betul mimpi! Apalagi ketika ekspresi itu menyebrang dari sekedar ekspresi akun anonimus di dunia maya jadi ekspresi di dunia nyata. Dalam segerombol kelompok ada orang yang pakai boots doctor marteens dan pakaian serba hitam, ada yang berkerudung panjang, ada yang pakai rok tule, ada yang pakai hoodie dan tas laptop, dan crop top dengan banyak piercing? Tidak di semua tempat fenomena seperti ...

Graduate yang tidak fresh lagi*

Gambar
Around this time last year, I was attempting a few last rehearsals of my presentation just after a humble breakfast of a pho-flavored instant noodle topped with some pieces of boiled frozen dumplings. One of my friends was already entering the execution room in Academie Gebouw. Another one that will have his turn right before me has arrived despite still a few hours away schedule. He roamed around the university to reduce the stress despite the tightly tight winter’s bite. There was something strange on that day. I was supposed to be amidst a very high pressure. At that moment, my whole one-and-a-half-year study was at stake. My future was to be determined by the examiner of my thesis. My remaining allowance was concerning. I have started packing and selling some of my belongings. On the next day an about 20 cm long thing will enter my nose and mouth (read: got swabbed) for the first time in life. In less than three days, I would be leaving the fairy tale, whether the ending is happy...